Share

Jakarta – Tagar #KaburAjaDulu mendadak viral di berbagai platform media sosial dan menjadi bahan perbincangan luas warganet Indonesia. Tagar ini digunakan oleh banyak anak muda untuk mengekspresikan keinginan “menjauh sejenak” dari tekanan hidup, mulai dari masalah pekerjaan, ekonomi, hingga ekspektasi sosial yang dirasa semakin berat.

Fenomena ini ramai terlihat di X (sebelumnya Twitter), Instagram, dan TikTok. Ribuan unggahan memperlihatkan curahan hati pengguna yang merasa lelah dengan rutinitas, beban kerja, serta tuntutan untuk selalu terlihat sukses. Sebagian warganet memaknai “kabur” bukan sebagai lari dari tanggung jawab, melainkan mencari ruang bernapas dan menenangkan diri.

Psikolog menyebut tren ini sebagai sinyal meningkatnya kesadaran kesehatan mental di kalangan generasi muda. Menurut mereka, media sosial kini menjadi ruang aman untuk berbagi perasaan, meski tetap perlu diimbangi dengan cara penyaluran emosi yang sehat. Unggahan bernada humor dan satire juga dinilai sebagai mekanisme coping yang umum digunakan anak muda.

Di sisi lain, muncul pula kritik bahwa tagar tersebut berpotensi disalahartikan sebagai ajakan untuk menyerah. Namun, banyak pengguna justru menegaskan bahwa pesan utamanya adalah pentingnya mengambil jeda agar tidak mengalami kelelahan mental berkepanjangan. Diskusi pun berkembang menjadi ajakan saling mendukung antarwarganet.

Kementerian Kementerian Kesehatan RI menanggapi tren ini dengan mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental dan tidak ragu mencari bantuan profesional bila merasa kewalahan. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan layanan konseling yang tersedia secara daring maupun luring.

Viralnya #KaburAjaDulu menunjukkan perubahan cara generasi muda menyuarakan keresahan. Di balik candaan dan unggahan singkat, tersimpan pesan kuat tentang pentingnya keseimbangan hidup di tengah tekanan zaman.